Saya rasa blog ini sudah cukup berdebu, dikarenakan sudah lama tidak ada cerita baru lagi. Kali ini saya ingin bercerita pengalaman mengikuti Tour De Prambanan 2020 bersama Roseti.

Roseti merupakan sebuah komunitas sepeda di Kota Semarang yang didalamnya terdapat berbagai jenis sepeda yang mengikuti, dari mulai Seli, MTB dan RoadBike. Roseti ini sudah berdiri cukup lama kurang lebih 4 tahun dan saya baru bergabung bulan September 2020. Jadi saya merupakan pemula (newbie) dalam hal bersepeda.

Tour De Prambanan 2020 ini dilaksanakan tanggal 4 Oktober 2020, yang diikuti kurang lebih 75 pesepeda. Jarak yang ditempuh dari Kota Semarang sampai Candi Prambanan kurang lebih 110 Km. Kegiatan ini dikelola oleh panitia internal Roseti yang dikomando oleh Bapak Bambang.

Pada jam 05.30 semua peserta berkumpul di depan Lotte Mart Semarang. Oh iya, jersey yang kami kenakan sebagai identitas Roseti yaitu berwarna kuning. Sambil menunggu beberapa peserta datang di titik kumpul, kami satu sama lain saling berkenalan. Terutama saya yang sebagai pendatang baru, banyak-banyak menyapa dan berkenalan dengan beliau-beliau yang senior dan sepuh dalam komunitas.

Tepat jam 06.00 kami semua mengayuh sepeda dan memulai kegiatan Tour De Prambahan 2020 ini. Tujuan pertama kali ini Check Point 1 yaitu Nasmoco Gombel. Untuk menuju kesana kita semua harus melalui 2 tanjakan yang cukup memeras keringat. Tanjakan ini cukup terkenal di Semarang yaitu Tanah Putih dan Gombel.

Di Check Point 1 ini ada beberapa pengarahan dari Ketua Panitia, sekaligus doa bersama dalam menjalankan kegiatan Tour De Prambanan 2020 ini. Tidak lupa juga foto bersama semua peserta.

Tour De Prambanan 2020 Bersama Roseti

Dari Nasmoco Gombel ini semua peserta akan melewati jalan yang hampir seluruhnya menanjak yaitu Banyumanik, Ungaran dan Bawen. Pada rute ini tenaga saya cukup terkuras, ya maklum saja masih newbie dalam bersepeda. Biasanya di rute ini peserta terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

Check Point 2 seluruh peserta berkumpul di Pintu Keluar Tol RM. Miroso KM 33. Pada CP 2 ini dilakukan re-grouping yang sebelumnya peserta terpecah-pecah menjadi beberapa kelompok. Setelah semua peserta kumpul, kita melanjutkan perjalanan bersepeda ke Check Point 3 yaitu Salatiga tepatnya Toko Besi Bapak Sabar.

Di Toko Besi Bapak Sabar ini kita dijamu dengan beberapa cemilan dan air mineral, saya suka dengan gethuk dan pisang rebusnya. Kenapa? Karena sampai CP 3 ini tenaga saya sudah ngos-ngosan terlebih dari pagi belum sarapan. Mungkin efek lapar, jadi gethuk dan pisang rebusnya jadi istimewa.

Bapak Sabar ini katanya juga goweser sejati yang sudah lama, saya diberitahu oleh salah satu anggota Roseti bahwa dibelakang toko ini terdapat banyak koleksi berbagai macam sepeda milik Bapak Sabar. Di CP 3 ini kita cukup lama berhenti karena menunggu peserta lainnya juga, agar bergabung dalam 1 kelompok lagi.

Dari CP 3 ini kita lanjutkan bersepeda menuju Patung Kuda Boyolali sebagai Check Point 4. Selama perjalanan kami disuguhi dengan cuaca yang mendung dan angin yang cukup kencang. Dan dilengkapi dengan medan jalan yang naik turun. Sempat turun gerimis tapi tidak sampai hujan deras. Dan disini saya mengayuh sepeda dengan melawan angin. Dan pasti... Berat...

Saya sampai Patung Kuda Boyolali sudah siang sekitar jam 12. Tetapi dikarenakan cuaca mendung, jadi suasana tetap sahdu. Disini para peserta menyempatkan diri untuk berfoto, saya pun tidak mau ketinggalan.

Dari Patung Kuda Boyolali kita lanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Sebenarnya masih ada CP 5 yaitu Depan Pabrik Gula Gondang Klaten. Tetapi banyak peserta langsung melanjutkan ke Candi Prambanan.

Sampai Candi Prambanan sekitar jam 2 siang lebih, mungkin 14.30. Disana sudah disambut dengan 2 bus besar, 1 truk & 1 pickup untuk loading sepeda para peserta. Tidak lupa juga dengan Nasi Kotak dan Buah Semangka.

Jam 17.00 kita semua melakukan perjalanan pulang ke Semarang dengan bus. Sampai di Semarang jam 19.30. Alhamdulillah kegiatan Tour De Prambanan 2020 bersama Roseti ini berjalan dengan lancar. Dan bagi saya pribadi, TDP kali ini tidak secapek Tour De Borobudur 2020 bersama Roseti yang saya ikut juga di Bulan September 2020.